Sabtu, 31 Januari 2015

TAKDIRKAH?

·         London, England
Laura dan Cassandra, merekalah kakak beradik yang tinggal di London untuk menyelesaikan kuliahnya. Laura adalah adik dari seorang kakak terbaik bernama Cassandra, usia Laura sekarang telah menginjak 19 tahun tinggal satu tahun lagi dia akan lulus kuliah. Cassandra adalah kakak kandung dari Laura yang berusia 22 tahun, Ia telah menyelesaikan kuliahnya dan ingin sekali menikah sebelum bekerja. Cassandra memiliki seorang teman bernama Abraham yang bisa dibilang teman tapi mesra sih.

·         University
(SORE)
Sebuah nama yang berawal dari huruf C dan berakhir huruf A itu dimulai dari kisah Laura di universitas nya.
Teet.. bel pulang telah berbunyi Laura beranjak pulang dari universitasnya bersama Evylie sahabatnya.
Evylie “ Laura, apakah kamu telah memiliki seorang pacar sekarang?”
Laura “ Belum Evylie, aku belum menemukan pria yang baik denganku di sini, Umm bagaimana denganmu ?”
Evylie “ Sudah dong Laura, dia orang yang tampan, baik, perhatian, dan sayang sama aku”
Beeep beep… suara alaram mobil di hadapan Laura dan Cassandra berbunyi. Tampak seorang lelaki yang berlari menuju mobil itu.
Evylie “ Waahh itu kan itu kan… Lendrick seorang penari Hip Hop yang terkenal itu, sepertinya dia akan menab….”
Belum selesai Evylie berbicara Lendrick langsung menabrak Laura sampai Laura dan Lendrick terjatuh.
Laura “ Aww”
Evylie “ Uuuu so sweet”
Lendrick “ Oh I’m sorry? What I’ts youre name beautiful girl?”
Evylie “ She is Laura, she is my best friend”
Lendrick “ Oo, Laura” ( Lendrick yang kerap disapa Len itu saling bertatapan manis dengan Laura)
Tidak lama kemudian Len dan Laura segera berdiri tetapi anehnya mereka selalu bertatapan muka. Baru saja berdiri, Laura langsung diajak Len untuk pergi dinner bersamanya nanti malam. Mungkin Laura merasa tertarik dengan pria itu maka dari itu dia langsung saja mengucapkan “Ya” tanpa basa basi sedikitpun. Len pun pergi meninggalkan Laura dan Evylie menuju mobilnya “ Bye bye guys! Laura, see you tonight.”

Laura “ (Melambaikan tangan) Oh, ternyata itu mobilnya ya!”
Evylie “iya, kamu baru tahu ya. Ehm, ada yang mau dinner nih malam ini” (ejek Evylie)
Laura dan Evylie mulai berjalan perlahan menuju rumahnya masing-masing mereka tertawa terbahak bahak sampai membuat orang yang lewat disekitarnya menjadi bingung.
Tiit tiit, klakson berbunyi dari arah belakang Laura dan Evylie. Ketika Laura dan Evylie berbalik kebelakang dengan perlahan ternyata itu adalah Michele sang mantan kekasih Laura dan Robert kekasih Evylie.
Michele “Laura, come on! Go home with me.”
Laura terkaget mendengar ajakan dari mantan kekasihnya itu.
Evylie “ Ha.. my honey”(Evylie langsung bergegas ke arah motor ninja milik Robert (kekasihnya) tanpa bertanya dahulu bagaimana Robert dan Michele bisa ada di sana mengikutinya dan Laura. Evylie dan Robert langsung pergi dengan mengucapkan bye bye, kepada Laura dan Michele.
Ternyata Michele dan kekasih Evylie ( Robert) telah mencari Laura dan Evylie keliling Universitas tanpa disadari oleh mereka berdua. Akhirnya Laura pun diantar pulang ke rumahnya bersama Michele.

·         At Home
Laura “ Thanks for your attention Michele.”
Michele “ O.K no problem, see you bye bye.”
Laura “ Bye.”
Michele pergi meninggalkan Laura dan Laura pun segera masuk ke dalam rumahnya.


·         Meet Cassandra in Bedroom
Cassandra menyanyikan sebuah lagu “Girlfriend” di dalam kamarnya dengan sangat keras tetapi suaranya sangatlah merdu. Laura sangat penasaran baru hari ini dia melihat kakaknya seceria ini. Laura diam-diam masuk ke dalam kamar Cassandra tanpa diketahui oleh Cassandra.
“ Daar..”
Cassandra “ Aaaaaa siapa itu?”
“ Hahahaha” Laura tertawa melihat kakaknya terkejut ketakutan
Cassandra “ Uh, Laura (Kaget Cassandra) hahaha kamu hampir saja membuat jantungku lepas dik .
Laura “ Apa ada seorang pria yang hinggap di hati kakak sekarang, sepertinya ada yang berbeda dari hari hari sebelumnya.”
Cassandra “ Laura, kakak baru saja jadian sama Abraham malahan besok Abraham mengajak kakak berenang bersama teman-temannya, Abraham ingin mengajak kamu dan pacarmu jika punya sih haha.”
Laura “ Aiss sombong ya, umm ngomong-ngomong kok baru jadian sih perasaan aku Abraham itu kan selalu pergi dengan kakak jadinya kemarin-kemarin itu belum pacaran ya?”
Cassandra “ Hahaha iya donk, kemarin-kemarin itukan hanya pendekatan saja. Memangnya kamu punya pacar gitu? Kan kamu baru putus dari si Michele?”
Laura “ Semoga saja besok aku bisa pergi berenang dengan kakak bersama pacar baruku ya kak, umm ngomong-ngomong berenangnya jam berapa ya kak?”
Cassandra “ Amien deh La, kayaknya sih sekitar jam 7 pagi deh besok kan juga hari free untuk kamu jadinya jam berapapun kamu pasti bisa ikut, tapi harus ada orang special ya.”
Laura “ Siip deh, bye miss Abraham”
Hari menjelang malam Laura bersiap-siap berdandan dengan sangat cantik untuk dinner bersama Len. Laura tidak tahu betul mengapa tadi sore dia menerima ajakan itu, Laura merasa seperti tidak sadar ketika Len menanyakan first dinner kepadanya dia pun tak tahu jam berapa Len akan menjemputnya.

·         07 . 00 PM
Beep beep.. terdengar bunyi klakson di depan rumahnya, tidak salah lagi yang membunyikan klakson itu adalah Len seorang pria yang akan mengajak Laura dinner malam ini.
Tok tok tok..
Len “Excuseme..”
Laura segera menuju pintu tetapi, tiba tiba Cassandra yang malahan membuka pintunya. Akhirnya Laura berjalan mundur perlahan-lahan menuju balik pintu kamarnya sambil mengintip.
Brreek…
Cassandra “ who are you?”
Len “ I’m Laura boyfriend (Lendrick Sierce)”
Cassandra “ Ouuuoh very handsome boy.”
Laura terkejut mendengar pernyaataan dari Len, dia tidak menyangka bahwa dia akan disebut Len sebagai pacar.
Cassandra “ Oke sit down please, Laura come here now.”
Laura keluar dari balik pintu kamarnya dan bergegas pergi menuju Len dan Cassandra. Akhirnya setelah 5 menit duduk berbincang bersama Cassandra, Laura dan Len pergi ke sebuah tempat dinner romantis dan megah yang dilengkapi dengan panggung dansa dan dihiasi dengan lampu neon.


·         At a Romantic Dinner
Di tempat inilah Len melamar Laura sebagai kekasihnya. Agak ragu Laura memberikan jawaban kepada Len namun, akhirnya Laura menerima cinta dari seorang hip hop dancer tampan itu.
Perasaan Len yang degdegan pun menjadi senang tak terkendali, dia memeluk Laura beberapa kali. Tiba-tiba Len beridiri di atas kursi sambil memanggil pasangan yang tengah dinner di tempat itu.
Len “ Everybody come here please, this is the best moment in my life I’m…..
Dreeeeesssssss….
Tiba-tiba hujan turun lebat Len tidak jadi mengungkapkan kegembiraannya kepada para pasangan. Laura hanya bisa tertawa melihat Len baru mengungkapkan setengah dari ucapannya.
Laura “ Hahaha, nice hahaha.”
Di tengah derasnya hujan Len memeluk Laura di depan para pasangan yang sedang berteduh. Mereka terkagum-kagum melihat kemesraan yang terjadi antara Len dan Laura bahkan sampai ada yang terharu.

Esok harinya mereka pergi ke pantai bersama Abraham dan Cassandra.
Begitulah yang terjadi di hari-hari berikutnya, Laura dan Len semakin saling mengenali, Len juga semakin sayang kepada Laura karena sikap baik dan ramah yang dia timbulkan setiap bertemu dengan dirinya. Ternyata perkenalanan yang diawali dari ketidak sengajaan berujung pada pacaran juga ya, walaupun perkenalan itu hanya beberapa jam.



·         Next Year (Setelah Laura Lulus )
Sekarang Laura telah berusia 20 tahun si cantik yang manis itu telah lulus dari kuliahnya, ia mendapatkan nilai terbaik di universitasnya.
Baru saja acara wisuda selesai, Len tiba-tiba datang ke hadapan Laura seraya menanyakan sesuatu hal kepada Laura.
Len “ Laura, will you marry me?”
Laura yang mendengarkan pertanyaan yang keluar dari bibir Len membuatnya terkaget, Laura baru saja satu tahun pacaran dengan Len. Jadinya Laura agak bingung menjawabnya. Laura juga tidak begitu percaya bahwa Len ingin menikahinya, tetapi di dalam hati kecilnya dia ingin sekali menjadi istri Len dan tinggal di Sydney.
Len harus bekerja di Sydney, hip hop adalah hidupnya. Mungkin dia tidak akan kembali lagi ke London. Len mengulangi pertanyaannya itu sekali lagi.
Len “ Will you marry me Laura? to be my wife and one day we can have a little baby.”
Akan tetapi Laura tidak mau ikut dengan Len ke Sydney karena suatu hal.
Laura “ Be your wife,…. I want but I can’t ‘cause something Len.”
Len “ Why Laura?”
Air mata Laura mulai menetes sedikit demi sedikit, dia tidak dapat melanjutkan pembicaraannya. Akhirnya Laura mengajak Len untuk pergi dinner nanti malam ke tempat pertama kali Len melamar Laura sebagai kekasih hatinya.


·         At Romantic Dinner
Tenyata Laura harus bekerja di Spanyol atas perintah orangtuanya di  Spanyol juga kebetulan ada ayahnya yang bekerja di sana. Orangtuanya telah membiayai Laura untuk bekerja di Spanyol sebagai dokter dan model. Sebenarnya, Laura ingin bekerja di Indonesia saja tetapi orangtuanya melarang karena di Indonesia Laura adalah seorang artis yang selalu dibuat sebagai bahan pembicaraan di acara-acara televisi orangtuanya takut Laura tidak akan konsentrasi dalam pekerjaannya nanti.  Beginilah Laura dia tidak mau menolak sedikitpun perintah orangtuanya, Laura sangat sayang dengan orangtuanya jadi apapun keinginan Laura tetapi jika tidak disetujui orangtuanya maka ia menerimanya dengan lapang dada.
Dengan perasaan sedih Len langsung berkata “ O.K no problem, thanks for everthing.”
Laura terus menangis dengan terisak-isak. Len mencoba menenangkannya dengan memeluk tubuh Laura untuk terakhir kalinya. Bukannya berhenti, tangisan Laura malah semakin menjadi. Akhirnya Len mencoba menenangkannya dengan mengajaknya pergi ke sebuah Mall, mereka bermain bersama dan bercanda tawa di sana. Tetapi masih terlihat di raut wajah Laura perasaan sedih yang terpaksa dia tahan agar Len tidak ikutan sedih. Tampaknya Laura sangat mencintai Len dengan sepenuh hatinya.
Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, Len mengantarkan Laura pulang ke rumahnya.


·         At Home
Ketika sampai di ruang tengah, Laura mendekati Cassandra yang tengah menonton tv
Laura “ Kak, kapan kau akan menikah dengan Abraham?”
Cassandra “ Mungkin kurang lebih 2 tahun lagi, dan mungin kakak akan pulang ke Indonesia ketika kamu sudah berada di Spanyol dan kakak akan bekerja di Indonesia.”
Laura “ Apakah bersama Abraham?”
Cassandra “ Iya, dia dipindahkan ke Indonesia untuk membangun banyak sekali usaha jadinya kakak bisa menikah di Indonesia bersama dia dan menetap di sana yey..”
Laura “ Seandainya Len bisa seperti Abraham dia pasti tidak akan meninggalkanku sendiri.”
Cassandra “Memangnya apa yang tengah terjadi?”
Laura pun menceritakan hal yang menyedihkan itu kepada Cassandra.

Laura “ Kak, aku ingin menikah dengannya tetapi aku takut mengatakannya kepada mama dan papa.”
Cassandra “ Katakan saja La, bilang yang sebenarnya.”
Cassandra mengambil telpon rumah dan mulai menekan nomor handphone mamanya
Cassandra “ bicaralah kepada mama, mama pasti akan mengerti.”
Laura “ Baiklah kak…”

Tuuut tuuuut tuuuut tuuuut  tuuuut HALLO..
Laura “ Mama, ini Laura aku ingin menetap di Sydney mam aku mencintai seseorang.”
Mama “ Ada apa denganmu nak, mama dan papa telah berusaha membiayai kamu untuk bekerja di Spanyol tapi mengapa kamu menolak hanya karena kamu mencintai seseorang? Baru kali ini mama mendengarmu memohon seperti ini”
Laura “Mama please mama aku mohon, aku tahu mama dan papa telah membiayai aku untuk bekerja di Spanyol. Tapi ma aku ingin menikah dengan seseorang yang aku sayangi mam.”
Mama “ Tidak, mama tidak mengizinkan kamu menetap di Sydney sayang.”
Laura “ Baiklah mama terimakasih mama masih sayang kepadaku.”
Laura pun segera mematikan telepon dan langsung bergegas ke dalam kamarnya sambil menangis yang amat sangat.
Cassandra sedih melihat Laura menangis akhirnya Cassandra masuk ke dalam kamar Laura.


·         Laura Bedroom
Cassandra “ Laura, jangan menangis Len pergi karena dia bukanlah pendamping hidupmu. Len mungkin hanyalah pendamping sementara hidupmu La. Menangis itu tidak ada manfaatnya, bahkan hanya membuang- buang waktu saja. Jika kamu benar-benar menginginkan Len, ikutlah dia besok urusan mama dan papa biar kakak yang uruskan.”
Laura “Kak, aku tidak mau mengecewakan mama dan papa mereka telah berusaha keras agar aku bisa bekerja di spanyol dan sekarang kenapa aku harus menyia-nyiakannya hanya karena Len? Aku menangis hanya karena aku bingung harus mengatakan apa kepada Len.”
Cassandra “ Aku akan coba menghubungi papa, siapa tahu papa megizinkanmu pergi ke Sydney bersama Len.”

Tuuut tuuuut tuuut..
Papa “HALO HALO…”
Cassandra “ Papa ini Sandra pa, Laura ingin sekali tinggal menetap di Sydney bersama Len pa.”
Papa “ Len itu yang pernah dibawa Laura ke Spanyol itu kan? Mereka kan bilang ke papa bahwa mereka ingin sekali menikah di Sydney dan mereka juga sudah menyiapkan gaun pernikahan dan rancangan undangan pernikahan. Papa sih setuju saja tapi tanyain dulu sama mama dong.”
Cassandra “Mama melarang Laura pa, bagaimana ini? Bukannya kalau mama melarang Laura pergi ke Sydney bersama Len artinya mama tidak menyetujui hubungan Len dengan Laura dong pa?”
Papa “ Bukan begitu, mungkin karena mama ingin Laura bekerja dulu baru menikah atau takut menyia-nyiakan uang yang telah di berikan ke rumah sakit untuk biaya mendaftar sebagai dokter, bisa jadi kan?”
Cassandra “Iya sih pa, jadi bagaimana?”
Papa “ papa sih setuju, lagipula Len itu baik kok tinggal bujuk aja si mama.”
Cassandra “ Okeh pah makasih ya, I love papa.”
Cassandra mulai menekan nomor telepon mamanya….
Mama “HALO HALO..”
Cassandra dan mama terus menelpon sampai jam menunjukkan pukul 12 malam.


·         Morning 08.10 AM
Cassandra “Laura, papa udah nyetujuin kamu untuk ikut pergi ke Sydney dengan Len, tapi kalau mama sih bilang “mama mau pertimbangkan dulu bersama papa.”
Tepat pukul 08.30 mama menelpon Laura,…..
Tenyata mama tetap tidak mengizinkan Laura untuk pergi bersama Len karena uang pendaftaraan menjadi dokter itu akan terbuang dengan sia-sia jika Laura pergi ke Sydney bersama Len.
Laura tidak sedih, dia mampu menahan semua keinginannya demi menyenangkan orangtuanya dengan berat hati dia harus rela melepaskan Len yang begitu dicintainya.


·         Next Mounth
Laura mencoba melupakan semua yang telah terjadi dengannya tahun dan bulan yang lalu, dimana Len selalu bersama menemaninya setiap saat kapanpun dan dimanapun. Waktu pergi ke Spanyol menyisahkan seminggu lagi. Laura harus bersiap mental dan fisik untuk menghadapi kehidupan barunya di Negara lain.
Seminggu kemudian Laura bersiap pergi ke bandara diantar oleh Abraham dan Cassandra. Sebelum berangkat dari rumah menuju ke bandara, Laura berkata “ I’ll always remember you London, you are beautiful. How many memories in this city with my sweetheart, I LOVE you London. One day I want to come back here again.”
Setelah mengucapkan kalimat itu, Laura pun masuk ke dalam mobil menuju bandara….
Beberapa jam kemudian menunggu di bandara, akhirnya pesawat yang akan ditumpangi Laura akan segera berangkat. Laura pun naik ke pesawat sambil mendengarkan lagu. Lama-kelamaan mata Laura semakin terpejam, sepertinya dia sangat mengantuk.
Beberapa jam kemudian, pesawat pun mendarat dengan selamat. Laura merasa sangat senang melihat kota matador itu.


·         At Madrid, Spain
Hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun, terus berlalu, usia Laura sekarang sudah 22 tahun.  Setiap minggu maupun itu di London ataupun di Spanyol Len selalu mengirim pesan singkat atas perjalanan kariernya di Sydney dan dia juga sudah memiliki kekasih sekarang.

Suatu hari..
Karena merasa bosan, Laura menyempatkan dirinya keluar rumah hari ini, dia menggunakan mobil ferarinya sambil memandang alam di sekitarnya. Laura meminum satu buah kelapa untuk persediaan jika Laura kehausan ketika ia sedang mengemudi.
Shiiiirtttt…. Mobil Laura tiba-tiba berhenti sendiri
Laura “ Eh, ada apa ini, ada apa dengan mobilku ini?”
Ternyata mobil Laura mati karena kehabisan bensin.
Laura “ Astaga mobilku kehabisan bensin,ah terlalu keasyikan melihat pemandangan sih jadinya aku lupa sama bensin mobilku ini.”
Laura bingung harus berbuat apa, karena dia sama sekali tidak membawa handphone. Untung saja ada seorang laki-laki lewat menggunakan mobil mercedez tepat di hadapan Laura, mobil itu memperlambat jalannya. Sepertinya orang yang ada di dalam mobil itu akan menanyakan apa yang sedang terjadi dengan mobil  milik Laura.
Brok.. (seorang pria keluar dari mobil mercedeznya)
Laura pun menyapa orang tersebut.
Laura “Hey, can you help me?”
Pria itu membuka kacamata hitamnya, dan ternyata orang itu adalah Marc Wedniguez seorang model terkenal yang menjadi idola Laura. Pria itu menjawab “si” menggunakan Bahasa spanyol dengan nada nakalnya. Dengan hentakan demi hentakan akhirnya dia sampai juga di hadapan Laura.
Marc “ Ada apa gadis manis?”
Laura “ You can speak Indonesia?.”
Marc “ Yes..”
Laura “ Perkenalkan nama saya Laura, pasti namamu Marc kan? Bagaimana kamu bisa berbahasa Indonesia dan mengapa kamu tahu bahwa aku gadis Indonesia?”
Marc “ Lebih lengkapnya lagi Marc Wedniguez, dari kecil aku tinggal di Indonesia jadinya aku bisa Bahasa Indonesia, aku hanya menebak dari wajahmu. Ada yang bisa saya bantu?”
Laura “ Mobilku kehabisan bensin dan aku tidak tahu harus membawa mobil ini kemana.”
Marc “ Ayo ikut denganku.”
Laura “ Bagaimana dengan mobilku?”
Marc “ Tunggu sebentar aku akan menelpon temanku, kebetulan dia adalah supir truck bermuatan besar. Jadi mobil ini bisa dibawa pulang kerumahmu.
Laura “ Oou Thank’s”
Marc “ Kita harus menunggu dia sebentar.”

Lima belas menit menunggu jam telah menunjukkan pukul 09.00 pagi. Mobil truck itupun datang.
Broom broom beep beep..
Marc “ Ya itu dia temanku aku keluar mobil sebentar ya.”
Marc pun keluar beberapa detik dan masuk lagi ke dalam mobilnya, truck tersebut mengikuti mobil Marc dari belakang. Marc menanyakan letak rumah Laura sambil menjalankan mobil perlahan.
Laura “ Marc, sebenarnya tadi aku mau pergi jalan-jalan menggunakan mobilku tapi tanpa aku sadari mobilku kehabisan bahan bakar.”
Marc “ Kok gadis cantik sepertimu pergi jalan-jalan sendirian sih. Memangnya kamu mau pergi ke mana?”
Laura “ Aku hanya ingin mengitari tempat tadi, rasa lega dan sejuk tidak pernah habis di sana.”
Marc “ Jadinya, kamu ingin kesana lagi?”
Laura “Sebenarnya sih iya tapi gimana lagi mobilku habis bensin.”
Marc “ Kamu bisa pergi bersamaku.”
Laura “ Tapi truck di belakang gimana? Nanti jika tidak dipandu bisa tersesat.”
Marc “ Kita kan bisa kerumahmu dulu sekalian kamu minta izin sama orangtuamu.”
Laura “ Ayahku tidak ada di rumah sekarang dia sedang bekerja. Ibuku di Indonesia.”
Marc “ Jadi, kamu di sini hanya bersama ayahmu saja, apa yang kamu lakukan di sini?”
Laura “ Ya, aku bekerja sebagai model dan dokter di sini, kalau ayahku di Spanyol karena ada proyek kantornya selama 8 tahun.”
Marc “ Jadi, kamu model juga ya, pantasan sepertinya aku sering mendengar namamu tetapi aku tidak tahu wajahmu. Nama lengkapmu Laura Mãrquene yang terkenal itukan? Jika ya berarti aku tidak salah.”
Laura “ Ya itulah nama lengkapku, dan mungkin aku bisa dibilang lebih terkenal darimu hahaha.”
Tidak terasa mobil milik Marc telah sampai di depan gerbang rumah Laura. Akhirnya mobil Laura disimpan di halaman rumah Laura. Laura mengucapkan terimakasih kepada supir truck (temannya Marc) supir itu juga tidak mau dibayar.
Marc dan Laura segera pergi ke tempat yang Laura inginkan.



•             Something Urea
Tetapi, bukan tempat yang disinggahi Marc yang Laura inginkan. Malahan marc mampir di depan SnowMall. Marc menggandeng erat tangan Laura ke luar mobil.
Laura “ Kau membohongiku Marc!”
Marc “ Haha aku tidak membohongimu Laura, inikan tergolong dalam tempat yang indah juga. Bermain snow, itukan romantis dari pada jalan-jalan tidak jelas tanpa adanya tujuan. Ayo kita main snow.”
Laura “ Semoga segala kekecewaanku kepadamu terbayar di tempat ini.”
Laura dan Marc terus bermain bersama. Laura tidak pernah menyangka sama sekali bahwa ia memiliki seorang teman yang ternyata adalah seorang model terkenal.
Muncul suatu pembicaraan dari benat Marc..
“ Dia begitu cantik she so beautiful, baik, ramah, periang, kariernya sama sepertiku bahkan mungkin dia lebih terkenal dibandingku.”
Setiap hari jika Marc tidak sibuk pasti Marc selalu mengajak Laura pergi jalan-jalan ke suatu tempat, walaupun kadang ajakan Marc ditolak oleh Laura karena Laura juga sibuk dalam pemotrettan dan pekerjaannya sebagai dokter di sebuah rumah sakit di Spanyol.
Hari demi hari Laura dan Marc semakin dekat dan lebih dekat.


·         Swimming Pool
Satu tahun berikutnya pada hari minggu tepat di usia Laura yang menginjak 23 tahun, pagi hari sekitar jam 8-an di sebuah kolam renang. Tiba-tiba Marc mengumpulkan semua pengunjung kolam renang ke area tempat Marc dan Laura berdiri sekarang. Laura pun terkaget sejenak. Secara perlahan Marc menanyakan suatu hal kepada Laura.
Marc “ Laura, will you be my girlfriend, and always be my baby?”
Tanpa basa-basi Laura langsung menjawab “si”. Dia tampak lebih percaya diri dari pada kurang lebih tiga tahun yang lalu saat memberikan jawaban yang sama seperti yang Laura berikan kepada Len waktu itu.
Marc memasangkan cin-cin di jari manis kanan Laura. Para pengunjung kolam renang yang melihat kejadian itu langsung bertepuk tangan yang keras awalnya hanya ada satu orang yang berkata “ You can marry her.” Tetapi semakin banyak dan bertambah banyak yang mengatakan  “You can marry her.” Kata itu yang selalu diucapkan para pengunjung kolam renang.
Kabar itu banyak tersebar di seluruh infotaiment yang ada di Spanyol, London, dan Indonesia. Karena London adalah tempat pertamakalinya Laura menjadi terkenal di mata masyarakat dan Indonesia merupakan tempat kelahiran Laura. Laura dan Marc harus sabar menangani hal itu, bahkan kabar itu terdengar oleh orangtua mereka, syukur saja Laura dan Marc sudah selesai kuliah jadinya orangtua mereka tidak akan memarahkan Laura dan Marc termasuk ayahnya Laura yang setiap hari selalu bertanya kepada Laura “Kapan Marc dan dirimu akan segera menikah?” Laura pun harus mengulang jawaban yang sama setiap harinya kepada papanya.


·         At Home
Baru saja pulang dari kolam renang, Laura langsung menerima sms dari Len yang begitu berbeda dari hari-hari sebelumnya.

Hi Laura please come to my wedding day
(Lendrick) & ( Jelsie)
On Friday, January 9, 2015
At 12.00 – 19.00 PM
In my house Sydney
Thanks
I think you’re happy too..


Laura terkejut melihat pesan itu, dia masih mengingat kenangan masa lalunya bersama Len tapi apa boleh buat, mereka sudah terpisah karena pekerjaan. Laura segera membalas pesan dari Len.
Laura : Congratulation Len.
Len : Thank’s Laura.

Yaa, Laura harus menghadiri acaranya sepertinya masih agak berat untuknya melupakan seorang yang dulu dia sayangi. Ada lagi satu masalah, Cassandra akan menikah hari jum’at juga di Indonesia waktunya juga sama.



·         In Laura Bedroom
Laura pergi ke kamarnya. Ia duduk di atas tempat tidurnya, sempat terlintas sebenat ingatan lalunya bersama Len dia bersedih sambil mengelus foto Len.
“ Len, dia sekarang akan mempunyai istri apakah dia masih ingat akan kenangan masa lalu ketika aku dan dia terus bersama. Len walaupun aku sudah mempunyai pengganti dirimu tapi ini sangat berbeda. Sungguh aku tak bisa melupakanmu, aku tak bisa menggantikan dirimu dengan dirinya, apakah kamu mendengarkanku Len? Aku sangat merindukanmu Len tapi sekarang kau telah memulai kehidupan baru dengan seorang calon Istri yang baik hati dan sebentar lagi keinginanmu terwujud yaitu memiliki seorang baby.”

Tiba-tiba terdengar suara pintu kamar Laura di ketuk
Tok tok tok…. Laura…
Ternyata itu adalah papa
Laura “ Iya pa, ada apa?”
Papa masuk dan bertanya
Papa “Lusa kan hari selasa, papa mau ke Indonesia untuk menyiapkan acara pesta pernikahan Cassandra kamu mau ikut papa atau pergi sendiri sayang?”
Laura “ boleh pa, tapi ketika hari jum’at tepat di hari pernikahan cassandra sekitar jam dua belasan aku akan pergi ke Sydney untuk menghadiri acara pernikahan Len pa.”
Papa “ Baiklah nak, ajaklah Marc ke Indonesia perkenalkan dia kepada mama, papa, dan kakak. Papa mau pergi ke kantor dulu ya.”
Laura “ Iya papa…”

Setelah papa keluar kamar, Laura segera menelpon Marc ia menyuruh Marc datang ke rumahnya.

…. Setiba di rumah Laura ……
Laura langsung membukakan pintu dan mempersilahkan Marc untuk masuk.
Laura “ Apakah lusa nanti kau mau ikut pergi ke Indonesia dan Australia denganku, Ayahku menyuruhku untuk memperkenalkanmu kepada ibuku dan saudaraku di Indonesia tepatnya Jakarta, sedangkan ke Australia tepatnya di Sydney untuk menghadiri acara pernikahan temanku.”
Marc “ Tapi aku belum siap Laura, aku masih gugup.” ( tidak lama kemudian Marc menerima telepon dari seorang wanita)
Laura “ Siapa itu Marc? Sepertinya wanita?”
Marc “ Tiiidaaakk..” (Marc terlihat sedikit gugup)
Laura “ Atau mungkin perempuan itu yang membuatmu gugup?”
Marc tidak menjawab apa-apa, dia langsung pamit pulang. Laura merasa curiga iapun mengikuti Marc dengan mobilnya tanpa diketahui oleh Marc.

Marc bersingah di sebuah café ternyata ia menemui seorang gadis dan memeluknya, Laura mengintip dari kaca mobilnya. Beberapa menit kemudian, Marc keluar dari café dan masuk ke mobilnya dia segera mengemudikan mobilnya. Laura mengikuti arah mobil Marc kembali. Tepat di sebuah pertigaan, Laura lebih melaju duluan dari mobil Marc, Laura berhenti di depan mobil Marc. Syukurlah mobil Marc bisa mengerem dengan sendirinya.
Laura keluar dari mobil, dia menggedor keras kaca mobil Marc. Marc baru menyadari bahwa mobil yang menghalanginya itu adalah mobil milik Laura.
Laura “ Marc, buka pintunya!”
( Marc tidak membuka pintu mobilnya melainkan hanya membuka kaca mobilnya saja)
Laura “ Siapa dia Marc, apakah perempuan itu yang membuat dirimu gugup menghadap orangtuaku?”
Tanpa menunggu jawaban dari Marc, Laura memukul pintu mobil Marc dengan amat keras setelah itu dia pergi masuk ke dalam mobilnya kembali. Laurapun melaju kencang, Marc tahu Laura marah diapun langsung membuntuti arah jalan mobil Laura yang ternyata berhenti tepat di rumah Laura sendiri. Marc pun keluar dari mobilnya.
Marc “ Ada apa denganmu, perempuan itu hanyalah temanku!” ( kesal Marc)
Laura “ Teman? Kamu bohong!” ( Laura menjawab dengan lantang)
Laura masuk ke rumahnya dan terbaring di sofa ruang tamu, Marc mengikuti Laura.
Laura “ Marc,apakah kau tidak mencintaiku lagi?”
Marc “ Apaan sih Laura, aku tidak mengerti dengan kata-katamu itu?”
Laura “ Apakah perempuan itu hanyalah temanmu, tetapi mengapa kamu memeluk dan merangkul erat bahu gadis itu? Aku cemburu Marc!”
Marc “ Maafkan aku itu pertanyaan yang tidak penting Laura, aku tidak memiliki hubungan apapun dengan wanita itu!”
Laura “ Omong kosong!”
Marc “ Laura! Berhentilah bertingkah seperti anak kecil apakah kau tidak pernah menyadari bahwa aku sangat mencintaimu setiap ada waktu luang aku selalu mengajak kamu keluar rumah, tapi kadang kamu menolaknya karena padatnya jadwal. Apakah aku memasangkan cin-cin di jarimu itu menandakan aku tidak sayang kepadamu? Berfikirlah dewasa Laura jangan terlalu sering mengikuti kata hatimu.” ( Marc berbicara dengan nada halus)
Laura masih tidak percaya, ia mengeluarkan Marc dari rumahnya
Marc “ Baiklah jika kamu tidak percaya, aku akan tetap berdiam diri di sini di depan rumahmu walaupun hujan, badai, petir menyakiti diriku, aku akan tetap berdiam diri di sini sampai kamu memberikan maaf kepadaku!”

Satu jam telah berlalu hujan  turun sangat deras membasahi tubuh Marc, Laura melirik Marc dari kaca rumahnya. Laura tidak tega melihat kekasihnya basah kuyub terkena guyuran air hujan ia pun segera membuka pintu rumahnya. Laura memeluk erat tubuh Marc, Laura meminta maaf kepada Marc dengan derai air mata. Laura sadar akan kecerobohan dan kesalahpahaman yang telah dilakukannya kepada kekasihnya sendiri.
Laura membawa Marc masuk ke dalam rumahnya, Marc terlihat sangat menggigil.
Laura “Duduklah di kursi itu sebentar, tubuhmu akan hangat terkena perapian sementara aku akan membuatkan teh hangat untukmu di dapur.”
Marc mulai menyadari ternyata Laura sangat mencintainya, Laura sangat perhatian kepadanya. Mungkin Laura marah dan cemburu karena takut kehilangan dirinya. Marc juga mulai belajar mengetahui perasaan seorang wanita ketika wanita cemburu melihat kekasihnya mendekati wanita lain karena wanita itu sangat mencintai kekasihnya sehingga dia tidak tega melihat separuh jiwanya diambil oleh orang lain.
Ketika Laura selesai membuat teh dan mulai keluar dari dapur menuju ke kursi tempat Marc duduk, Marc justru berdiri dari duduknya menuju ke arah Laura. Marc langsung menengguk secangkir teh panas yang di pegang Laura. Dengan muka yang agak aneh Marc meminum teh itu.
Laura hanya menahan tawa karena ia tahu bahwa teh yang diminum Len masih sangat panas. Setelah meminum teh, Marc langsung menyatakan sesuatu kepada Laura.
“ I LOVE YOU LAURA. Listen me Laura, aku akan ikut pergi bersamamu ke Jakarta untuk memperkenalkan diriku kepada orangtuamu dan pergi ke Sydney bersamamu untuk menghadiri  acara pernikahan temanmu tapi, biarkanlah aku sendiri yang membayar ongkos naik pesawatnya.
Laura “ Ongkos? Tidak perlu Marc, ayahku punya pesawat pribadi kok jadinya gratis deh naik pesawatnya hehe..”
Marc “ Ooo hahahahaha, ya sudahlah aku mau pulang dan mengobati lidahku yang pans ini jaga dirimu baik-baik ya laura.

·         Two Days After Sunday
Laura, Marc, dan ayah Laura bersiap-siap untuk berangkat ke Indonesia.
Papa “ Sudah siap nak, sudah siap Marc? Mari kita naik.” Mereka bertiga akhirnya lepas landas bersama pilot dan asistennya.
Perjalanan dari Spanyol ke Indonesia mungkin memakan waktu yang cukup lama.


·         In Indonesia Country
Pada hari jum’at ( Laura, Marc, orangtua Laura, keluarga Laura, sanak saudara Laura, beserta para tamu undangan) merayakan pesta pernikahan Cassandra dan Abraham di sebuah hotel.
Beberapa jam kemudian sebelum acara pernikahan Cassandra dan Abraham usai, Laura dan Marc berpamitan pergi ke Sydney untuk menghadiri acara pernikahan Len dan Jelsie. Karena cuaca yang begitu buruk tidak memungkinkan Laura dan Marc pergi menggunakan pesawat ayahnya. Mereka lebih memilih pesawat yang  bisa di katakan layak terbang walaupun cuaca seberuk apapun.


·         Sydney
Sesampainya di bandara Sydney mereka menaiki taxi menuju ke rumah Len di mana acara pernikahan Len dan Jelsie diadakan. Akhirnya Laura dan Marc sampi di rumah Len mereka memberi salam kepada Len dan Jelsie.
Len sempat tidak menduga bahwa pria yang menggandeng Laura itu adalah pacarnya, tetapi ketika Len bertanya kepada Laura barulah ia menyadarinya. Len merasa senang karena Laura datang ke acara pernikahannya didampingi oleh seorang kekasih yang baik hati dan perhatian kepada Laura. Len telah merasa puas melihat Laura tidak sendiri lagi, tetapi Len tetap saja tidak dapat melupakan kenangan indah saat bersama Laura begitupun Laura.
Hari sudah menjelang malam, Laura dan Marc berpamitan kepada Len dan Jelsie untuk segera pergi ke Indonesia kembali. Laura dan Marc menaiki pesawat yang berbeda dari pesawat yang sebelumnya mereka tumpangi, pesawat yang itu memuat 300 penumpang. Cuacanyapun terlihat lumayan cerah walaupun ada sebagian langit yang mendung.
5 menit sebelum berangkat (di dalam pesawat) , Marc mengatakan sesuatu kepada Laura.
“ Begitu besar halangan dan rintangan yang kita hadapi bersama. Aku ingin sekali melamarmu ketika kita telah tiba di Madrid nanti, aku akan tetap memegang erat tanganmu apapun yang terjadi.”
Laura tersenyum dan merasa tidak percaya bahwa Marc akan melamarnya. Dan akhirnya pesawat pun lepas landas.
Di pertengahan perjalanan tiba-tiba pesawat oleng dengan sendirinya. Salah satu sayap pesawatnya patah tersambar dua kali petir. Laura dan Marc saling berpegangan tangan, tidak terlihat ekspresi ketakutan dari wajah Laura dan Marc. Justru mereka telihat biasa-biasa saja kelihatannya mereka sudah pasrah apa yang akan terjadi kepada mereka berikutnya, berbeda dengan penumpang yang lainnya yang begitu ketakutan. Beberapa detik kemudian pesawat jatuh ke laut, penumpang beserta awak pesawat tidak sempat menggunakan alat keselamatan apapun.
Banyak warga yang tidak sengaja melihat kejadian itu langsung melaporkan adanya pesawat yang jatuh di laut tersebut. Tim evakuasi beserta kelompok TNI segera pergi ke lokasi yang diperkirakan pesawat jatuh. Ternyata setelah 4 jam berlalu, beberapa TNI yang menggunakan helicopter menemukan 3 buah koper yang terapung. Dua hari berikutnya, ditemukan 20 jenazah, 10 jenazah sudah terapung, dan 10 jenazah masih terikat di sabuk pengaman namun, kursi penumpang itu tidak terletak di dalam pesawat lagi melainkan diperkirakan jauh dari lokasi pesawat jatuh.
Berita itu melanda ke seluruh dunia termasuk keluarga Laura dan Marc yang sangat khawatir. Tim evakuasi mengumumkan ciri-ciri korban, diantaranya termasuklah ciri-ciri yang menandakan bahwa itu adalah Laura dan Marc. Yaitu ditemukannya jenazah pria dan wanita yang saling berpegangan tangan,mereka masih dalam ikatan sabuk pengaman. Kondisi mereka berbeda dari yang lainnya, wajah mereka masih mulus dan identitas mereka sangat mudah diselidiki karena di saku belakang mereka, ditemukan KTP yang menandakan bahwa mereka adalah Laura dan Marc dan sebuah kertas yang bertuliskan “Sekarang ku kan menuju ke tempat lain bersamanya” di saku belakang celana Laura. Orangtua Marc dan Laura menangis dengan amat sangat mereka hanya bisa pasrah dan berdoa menerima kejadian tersebut. Ternyata kata lamaran itu, berganti menjadi kata kematian.

Itulah akhir cerita ini, betapa sedihnya cerita ini jika terjadi kepada kita masing-masing. Inilah yang dinamakan takdir kita pasti akan merasakannya suatu saat nanti.

2 komentar: