·
London, England
Laura dan Cassandra, merekalah kakak beradik yang tinggal di
London untuk menyelesaikan kuliahnya. Laura adalah adik dari seorang kakak
terbaik bernama Cassandra, usia Laura sekarang telah menginjak 19 tahun tinggal
satu tahun lagi dia akan lulus kuliah. Cassandra adalah kakak kandung dari
Laura yang berusia 22 tahun, Ia telah menyelesaikan kuliahnya dan ingin sekali
menikah sebelum bekerja. Cassandra memiliki seorang teman bernama Abraham yang
bisa dibilang teman tapi mesra sih.
·
University
(SORE)
Sebuah nama yang berawal dari huruf C dan berakhir huruf A
itu dimulai dari kisah Laura di universitas nya.
Teet.. bel pulang telah berbunyi Laura beranjak pulang dari
universitasnya bersama Evylie sahabatnya.
Evylie “ Laura, apakah kamu telah memiliki seorang pacar
sekarang?”
Laura “ Belum Evylie, aku belum menemukan pria yang baik
denganku di sini, Umm bagaimana denganmu ?”
Evylie “ Sudah dong Laura, dia orang yang tampan, baik,
perhatian, dan sayang sama aku”
Beeep beep… suara alaram mobil di hadapan Laura dan
Cassandra berbunyi. Tampak seorang lelaki yang berlari menuju mobil itu.
Evylie “ Waahh itu kan itu kan… Lendrick seorang penari Hip
Hop yang terkenal itu, sepertinya dia akan menab….”
Belum selesai Evylie berbicara Lendrick langsung menabrak
Laura sampai Laura dan Lendrick terjatuh.
Laura “ Aww”
Evylie “ Uuuu so sweet”
Lendrick “ Oh I’m sorry? What I’ts youre name beautiful
girl?”
Evylie “ She is Laura, she is my best friend”
Lendrick “ Oo, Laura” ( Lendrick yang kerap disapa Len itu
saling bertatapan manis dengan Laura)
Tidak lama kemudian Len dan Laura segera berdiri tetapi
anehnya mereka selalu bertatapan muka. Baru saja berdiri, Laura langsung diajak
Len untuk pergi dinner bersamanya nanti malam. Mungkin Laura merasa tertarik
dengan pria itu maka dari itu dia langsung saja mengucapkan “Ya” tanpa basa
basi sedikitpun. Len pun pergi meninggalkan Laura dan Evylie menuju mobilnya “
Bye bye guys! Laura, see you tonight.”
Laura “ (Melambaikan tangan) Oh, ternyata itu mobilnya ya!”
Evylie “iya, kamu baru tahu ya. Ehm, ada yang mau dinner nih
malam ini” (ejek Evylie)
Laura dan Evylie mulai berjalan perlahan menuju rumahnya
masing-masing mereka tertawa terbahak bahak sampai membuat orang yang lewat
disekitarnya menjadi bingung.
Tiit tiit, klakson berbunyi dari arah belakang Laura dan
Evylie. Ketika Laura dan Evylie berbalik kebelakang dengan perlahan ternyata
itu adalah Michele sang mantan kekasih Laura dan Robert kekasih Evylie.
Michele “Laura, come on! Go home with me.”
Laura terkaget mendengar ajakan dari mantan kekasihnya itu.
Evylie “ Ha.. my honey”(Evylie langsung bergegas ke arah
motor ninja milik Robert (kekasihnya) tanpa bertanya dahulu bagaimana Robert
dan Michele bisa ada di sana mengikutinya dan Laura. Evylie dan Robert langsung
pergi dengan mengucapkan bye bye, kepada Laura dan Michele.
Ternyata Michele dan kekasih Evylie ( Robert) telah mencari
Laura dan Evylie keliling Universitas tanpa disadari oleh mereka berdua.
Akhirnya Laura pun diantar pulang ke rumahnya bersama Michele.
·
At Home
Laura “ Thanks for your attention Michele.”
Michele “ O.K no problem, see you bye bye.”
Laura “ Bye.”
Michele pergi meninggalkan Laura dan Laura pun segera masuk
ke dalam rumahnya.
·
Meet Cassandra in Bedroom
Cassandra menyanyikan sebuah lagu “Girlfriend” di dalam
kamarnya dengan sangat keras tetapi suaranya sangatlah merdu. Laura sangat
penasaran baru hari ini dia melihat kakaknya seceria ini. Laura diam-diam masuk
ke dalam kamar Cassandra tanpa diketahui oleh Cassandra.
“ Daar..”
Cassandra “
Aaaaaa siapa itu?”
“ Hahahaha”
Laura tertawa melihat kakaknya terkejut ketakutan
Cassandra “ Uh,
Laura (Kaget Cassandra) hahaha kamu hampir saja membuat jantungku lepas dik .
Laura “ Apa ada seorang pria yang hinggap di hati kakak
sekarang, sepertinya ada yang berbeda dari hari hari sebelumnya.”
Cassandra “ Laura, kakak baru saja jadian sama Abraham
malahan besok Abraham mengajak kakak berenang bersama teman-temannya, Abraham
ingin mengajak kamu dan pacarmu jika punya sih haha.”
Laura “ Aiss sombong ya, umm ngomong-ngomong kok baru jadian
sih perasaan aku Abraham itu kan selalu pergi dengan kakak jadinya
kemarin-kemarin itu belum pacaran ya?”
Cassandra “ Hahaha iya donk, kemarin-kemarin itukan hanya
pendekatan saja. Memangnya kamu punya pacar gitu? Kan kamu baru putus dari si
Michele?”
Laura “ Semoga saja besok aku bisa pergi berenang dengan
kakak bersama pacar baruku ya kak, umm ngomong-ngomong berenangnya jam berapa
ya kak?”
Cassandra “ Amien deh La, kayaknya sih sekitar jam 7 pagi
deh besok kan juga hari free untuk kamu jadinya jam berapapun kamu pasti bisa ikut,
tapi harus ada orang special ya.”
Laura “ Siip deh, bye miss Abraham”
Hari menjelang malam Laura bersiap-siap berdandan dengan
sangat cantik untuk dinner bersama Len. Laura tidak tahu betul mengapa tadi
sore dia menerima ajakan itu, Laura merasa seperti tidak sadar ketika Len
menanyakan first dinner kepadanya dia pun tak tahu jam berapa Len akan
menjemputnya.
·
07 . 00 PM
Beep beep.. terdengar bunyi klakson di depan rumahnya, tidak
salah lagi yang membunyikan klakson itu adalah Len seorang pria yang akan
mengajak Laura dinner malam ini.
Tok tok tok..
Len “Excuseme..”
Laura segera menuju pintu tetapi, tiba tiba Cassandra yang
malahan membuka pintunya. Akhirnya Laura berjalan mundur perlahan-lahan menuju
balik pintu kamarnya sambil mengintip.
Brreek…
Cassandra “ who are you?”
Len “ I’m Laura boyfriend (Lendrick Sierce)”
Cassandra “ Ouuuoh very handsome boy.”
Laura terkejut mendengar pernyaataan dari Len, dia tidak
menyangka bahwa dia akan disebut Len sebagai pacar.
Cassandra “ Oke sit down please, Laura come here now.”
Laura keluar dari balik pintu kamarnya dan bergegas pergi
menuju Len dan Cassandra. Akhirnya setelah 5 menit duduk berbincang bersama
Cassandra, Laura dan Len pergi ke sebuah tempat dinner romantis dan megah yang
dilengkapi dengan panggung dansa dan dihiasi dengan lampu neon.
·
At a Romantic Dinner
Di tempat inilah Len melamar Laura sebagai kekasihnya. Agak
ragu Laura memberikan jawaban kepada Len namun, akhirnya Laura menerima cinta
dari seorang hip hop dancer tampan itu.
Perasaan Len yang degdegan pun
menjadi senang tak terkendali, dia memeluk Laura beberapa kali. Tiba-tiba Len
beridiri di atas kursi sambil memanggil pasangan yang tengah dinner di tempat
itu.
Len “ Everybody come here please,
this is the best moment in my life I’m…..
Dreeeeesssssss….
Tiba-tiba hujan turun lebat Len
tidak jadi mengungkapkan kegembiraannya kepada para pasangan. Laura hanya bisa
tertawa melihat Len baru mengungkapkan setengah dari ucapannya.
Laura “ Hahaha, nice hahaha.”
Di tengah derasnya hujan Len
memeluk Laura di depan para pasangan yang sedang berteduh. Mereka
terkagum-kagum melihat kemesraan yang terjadi antara Len dan Laura bahkan
sampai ada yang terharu.
Esok harinya mereka pergi ke
pantai bersama Abraham dan Cassandra.
Begitulah yang terjadi di
hari-hari berikutnya, Laura dan Len semakin saling mengenali, Len juga semakin
sayang kepada Laura karena sikap baik dan ramah yang dia timbulkan setiap
bertemu dengan dirinya. Ternyata perkenalanan yang diawali dari ketidak
sengajaan berujung pada pacaran juga ya, walaupun perkenalan itu hanya beberapa
jam.
·
Next Year (Setelah Laura Lulus )
Sekarang Laura telah berusia 20
tahun si cantik yang manis itu telah lulus dari kuliahnya, ia mendapatkan nilai
terbaik di universitasnya.
Baru saja acara wisuda selesai,
Len tiba-tiba datang ke hadapan Laura seraya menanyakan sesuatu hal kepada
Laura.
Len “ Laura, will you marry me?”
Laura yang mendengarkan
pertanyaan yang keluar dari bibir Len membuatnya terkaget, Laura baru saja satu
tahun pacaran dengan Len. Jadinya Laura agak bingung menjawabnya. Laura juga
tidak begitu percaya bahwa Len ingin menikahinya, tetapi di dalam hati kecilnya
dia ingin sekali menjadi istri Len dan tinggal di Sydney.
Len harus bekerja di Sydney, hip
hop adalah hidupnya. Mungkin dia tidak akan kembali lagi ke London. Len
mengulangi pertanyaannya itu sekali lagi.
Len “ Will you marry me Laura? to
be my wife and one day we can have a little baby.”
Akan tetapi Laura tidak mau ikut dengan Len ke Sydney karena
suatu hal.
Laura “ Be your wife,…. I want but I can’t ‘cause something
Len.”
Len “ Why Laura?”
Air mata Laura mulai menetes sedikit demi sedikit, dia tidak
dapat melanjutkan pembicaraannya. Akhirnya Laura mengajak Len untuk pergi
dinner nanti malam ke tempat pertama kali Len melamar Laura sebagai kekasih
hatinya.
·
At Romantic Dinner
Tenyata Laura harus bekerja di Spanyol atas perintah
orangtuanya di Spanyol juga kebetulan ada
ayahnya yang bekerja di sana. Orangtuanya telah membiayai Laura untuk bekerja
di Spanyol sebagai dokter dan model. Sebenarnya, Laura ingin bekerja di
Indonesia saja tetapi orangtuanya melarang karena di Indonesia Laura adalah
seorang artis yang selalu dibuat sebagai bahan pembicaraan di acara-acara
televisi orangtuanya takut Laura tidak akan konsentrasi dalam pekerjaannya
nanti. Beginilah Laura dia tidak mau
menolak sedikitpun perintah orangtuanya, Laura sangat sayang dengan orangtuanya
jadi apapun keinginan Laura tetapi jika tidak disetujui orangtuanya maka ia
menerimanya dengan lapang dada.
Dengan perasaan sedih Len langsung berkata “ O.K no problem,
thanks for everthing.”
Laura terus menangis dengan terisak-isak. Len mencoba
menenangkannya dengan memeluk tubuh Laura untuk terakhir kalinya. Bukannya
berhenti, tangisan Laura malah semakin menjadi. Akhirnya Len mencoba
menenangkannya dengan mengajaknya pergi ke sebuah Mall, mereka bermain bersama
dan bercanda tawa di sana. Tetapi masih terlihat di raut wajah Laura perasaan
sedih yang terpaksa dia tahan agar Len tidak ikutan sedih. Tampaknya Laura
sangat mencintai Len dengan sepenuh hatinya.
Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, Len mengantarkan Laura
pulang ke rumahnya.
·
At Home
Ketika sampai di ruang tengah, Laura mendekati Cassandra
yang tengah menonton tv
Laura “ Kak, kapan kau akan menikah dengan Abraham?”
Cassandra “ Mungkin kurang lebih 2 tahun lagi, dan mungin
kakak akan pulang ke Indonesia ketika kamu sudah berada di Spanyol dan kakak
akan bekerja di Indonesia.”
Laura “ Apakah bersama Abraham?”
Cassandra “ Iya, dia dipindahkan ke Indonesia untuk
membangun banyak sekali usaha jadinya kakak bisa menikah di Indonesia bersama
dia dan menetap di sana yey..”
Laura “ Seandainya Len bisa seperti Abraham dia pasti tidak
akan meninggalkanku sendiri.”
Cassandra “Memangnya apa yang tengah terjadi?”
Laura pun menceritakan hal yang menyedihkan itu kepada
Cassandra.
Laura “ Kak, aku ingin menikah dengannya tetapi aku takut
mengatakannya kepada mama dan papa.”
Cassandra “ Katakan saja La, bilang yang sebenarnya.”
Cassandra mengambil telpon rumah dan mulai menekan nomor
handphone mamanya
Cassandra “ bicaralah kepada mama, mama pasti akan mengerti.”
Laura “ Baiklah kak…”
Tuuut tuuuut tuuuut tuuuut
tuuuut HALLO..
Laura “ Mama, ini Laura aku ingin menetap di Sydney mam aku
mencintai seseorang.”
Mama “ Ada apa denganmu nak, mama dan papa telah berusaha
membiayai kamu untuk bekerja di Spanyol tapi mengapa kamu menolak hanya karena
kamu mencintai seseorang? Baru kali ini mama mendengarmu memohon seperti ini”
Laura “Mama please mama aku mohon, aku tahu mama dan papa
telah membiayai aku untuk bekerja di Spanyol. Tapi ma aku ingin menikah dengan
seseorang yang aku sayangi mam.”
Mama “ Tidak, mama tidak mengizinkan kamu menetap di Sydney
sayang.”
Laura “ Baiklah mama terimakasih mama masih sayang
kepadaku.”
Laura pun segera mematikan telepon dan langsung bergegas ke
dalam kamarnya sambil menangis yang amat sangat.
Cassandra sedih melihat Laura menangis akhirnya Cassandra
masuk ke dalam kamar Laura.
·
Laura Bedroom
Cassandra “ Laura, jangan menangis Len pergi karena dia
bukanlah pendamping hidupmu. Len mungkin hanyalah pendamping sementara hidupmu
La. Menangis itu tidak ada manfaatnya, bahkan hanya membuang- buang waktu saja.
Jika kamu benar-benar menginginkan Len, ikutlah dia besok urusan mama dan papa
biar kakak yang uruskan.”
Laura “Kak, aku tidak mau mengecewakan mama dan papa mereka
telah berusaha keras agar aku bisa bekerja di spanyol dan sekarang kenapa aku
harus menyia-nyiakannya hanya karena Len? Aku menangis hanya karena aku bingung
harus mengatakan apa kepada Len.”
Cassandra “ Aku akan coba menghubungi papa, siapa tahu papa
megizinkanmu pergi ke Sydney bersama Len.”
Tuuut tuuuut tuuut..
Papa “HALO HALO…”
Cassandra “ Papa ini Sandra pa, Laura ingin sekali tinggal
menetap di Sydney bersama Len pa.”
Papa “ Len itu yang pernah dibawa Laura ke Spanyol itu kan?
Mereka kan bilang ke papa bahwa mereka ingin sekali menikah di Sydney dan
mereka juga sudah menyiapkan gaun pernikahan dan rancangan undangan pernikahan.
Papa sih setuju saja tapi tanyain dulu sama mama dong.”
Cassandra “Mama melarang Laura pa, bagaimana ini? Bukannya
kalau mama melarang Laura pergi ke Sydney bersama Len artinya mama tidak
menyetujui hubungan Len dengan Laura dong pa?”
Papa “ Bukan begitu, mungkin karena mama ingin Laura bekerja
dulu baru menikah atau takut menyia-nyiakan uang yang telah di berikan ke rumah
sakit untuk biaya mendaftar sebagai dokter, bisa jadi kan?”
Cassandra “Iya sih pa, jadi bagaimana?”
Papa “ papa sih setuju, lagipula Len itu baik kok tinggal
bujuk aja si mama.”
Cassandra “ Okeh pah makasih ya, I love papa.”
Cassandra mulai menekan nomor telepon mamanya….
Mama “HALO HALO..”
Cassandra dan mama terus menelpon sampai jam menunjukkan
pukul 12 malam.
·
Morning 08.10 AM
Cassandra “Laura, papa udah nyetujuin kamu untuk ikut pergi
ke Sydney dengan Len, tapi kalau mama sih bilang “mama mau pertimbangkan dulu
bersama papa.”
Tepat pukul 08.30 mama menelpon Laura,…..
Tenyata mama tetap tidak mengizinkan Laura untuk pergi bersama
Len karena uang pendaftaraan menjadi dokter itu akan terbuang dengan sia-sia
jika Laura pergi ke Sydney bersama Len.
Laura tidak sedih, dia mampu menahan semua keinginannya demi
menyenangkan orangtuanya dengan berat hati dia harus rela melepaskan Len yang
begitu dicintainya.
·
Next Mounth
Laura mencoba melupakan semua yang telah terjadi dengannya
tahun dan bulan yang lalu, dimana Len selalu bersama menemaninya setiap saat
kapanpun dan dimanapun. Waktu pergi ke Spanyol menyisahkan seminggu lagi. Laura
harus bersiap mental dan fisik untuk menghadapi kehidupan barunya di Negara
lain.
Seminggu kemudian Laura bersiap pergi ke bandara diantar
oleh Abraham dan Cassandra. Sebelum berangkat dari rumah menuju ke bandara,
Laura berkata “ I’ll always remember you London, you are beautiful. How many
memories in this city with my sweetheart, I LOVE you London. One day I want to
come back here again.”
Setelah mengucapkan kalimat itu, Laura pun masuk ke dalam
mobil menuju bandara….
Beberapa jam kemudian menunggu di bandara, akhirnya pesawat
yang akan ditumpangi Laura akan segera berangkat. Laura pun naik ke pesawat
sambil mendengarkan lagu. Lama-kelamaan mata Laura semakin terpejam, sepertinya
dia sangat mengantuk.
Beberapa jam kemudian, pesawat pun mendarat dengan selamat.
Laura merasa sangat senang melihat kota matador itu.
·
At Madrid, Spain
Hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun, terus
berlalu, usia Laura sekarang sudah 22 tahun. Setiap minggu maupun itu di London ataupun di
Spanyol Len selalu mengirim pesan singkat atas perjalanan kariernya di Sydney dan
dia juga sudah memiliki kekasih sekarang.
Suatu hari..
Karena merasa bosan, Laura menyempatkan dirinya keluar rumah
hari ini, dia menggunakan mobil ferarinya sambil memandang alam di sekitarnya.
Laura meminum satu buah kelapa untuk persediaan jika Laura kehausan ketika ia
sedang mengemudi.
Shiiiirtttt…. Mobil Laura tiba-tiba berhenti sendiri
Laura “ Eh, ada apa ini, ada apa dengan mobilku ini?”
Ternyata mobil Laura mati karena kehabisan bensin.
Laura “ Astaga mobilku kehabisan bensin,ah terlalu keasyikan
melihat pemandangan sih jadinya aku lupa sama bensin mobilku ini.”
Laura bingung harus berbuat apa, karena dia sama sekali
tidak membawa handphone. Untung saja ada seorang laki-laki lewat menggunakan
mobil mercedez tepat di hadapan Laura, mobil itu memperlambat jalannya. Sepertinya
orang yang ada di dalam mobil itu akan menanyakan apa yang sedang terjadi
dengan mobil milik Laura.
Brok.. (seorang pria keluar dari mobil mercedeznya)
Laura pun menyapa orang tersebut.
Laura “Hey, can you help me?”
Pria itu membuka kacamata hitamnya, dan ternyata orang itu
adalah Marc Wedniguez seorang model terkenal yang menjadi idola Laura. Pria itu
menjawab “si” menggunakan Bahasa spanyol dengan nada nakalnya. Dengan hentakan
demi hentakan akhirnya dia sampai juga di hadapan Laura.
Marc “ Ada apa gadis manis?”
Laura “ You can speak Indonesia?.”
Marc “ Yes..”
Laura “ Perkenalkan nama saya Laura, pasti namamu Marc kan?
Bagaimana kamu bisa berbahasa Indonesia dan mengapa kamu tahu bahwa aku gadis
Indonesia?”
Marc “ Lebih lengkapnya lagi Marc Wedniguez, dari kecil aku
tinggal di Indonesia jadinya aku bisa Bahasa Indonesia, aku hanya menebak dari
wajahmu. Ada yang bisa saya bantu?”
Laura “ Mobilku kehabisan bensin dan aku tidak tahu harus
membawa mobil ini kemana.”
Marc “ Ayo ikut denganku.”
Laura “ Bagaimana dengan mobilku?”
Marc “ Tunggu sebentar aku akan menelpon temanku, kebetulan
dia adalah supir truck bermuatan besar. Jadi mobil ini bisa dibawa pulang
kerumahmu.
Laura “ Oou Thank’s”
Marc “ Kita harus menunggu dia sebentar.”
Lima belas menit menunggu jam telah menunjukkan pukul 09.00
pagi. Mobil truck itupun datang.
Broom broom beep beep..
Marc “ Ya itu dia temanku aku keluar mobil sebentar ya.”
Marc pun keluar beberapa detik dan masuk lagi ke dalam
mobilnya, truck tersebut mengikuti mobil Marc dari belakang. Marc menanyakan
letak rumah Laura sambil menjalankan mobil perlahan.
Laura “ Marc, sebenarnya tadi aku mau pergi jalan-jalan
menggunakan mobilku tapi tanpa aku sadari mobilku kehabisan bahan bakar.”
Marc “ Kok gadis cantik sepertimu pergi jalan-jalan
sendirian sih. Memangnya kamu mau pergi ke mana?”
Laura “ Aku hanya ingin mengitari tempat tadi, rasa lega dan
sejuk tidak pernah habis di sana.”
Marc “ Jadinya, kamu ingin kesana lagi?”
Laura “Sebenarnya sih iya tapi gimana lagi mobilku habis
bensin.”
Marc “ Kamu bisa pergi bersamaku.”
Laura “ Tapi truck di belakang gimana? Nanti jika tidak
dipandu bisa tersesat.”
Marc “ Kita kan bisa kerumahmu dulu sekalian kamu minta izin
sama orangtuamu.”
Laura “ Ayahku tidak ada di rumah sekarang dia sedang
bekerja. Ibuku di Indonesia.”
Marc “ Jadi, kamu di sini hanya bersama ayahmu saja, apa
yang kamu lakukan di sini?”
Laura “ Ya, aku bekerja sebagai model dan dokter di sini,
kalau ayahku di Spanyol karena ada proyek kantornya selama 8 tahun.”
Marc “ Jadi, kamu model juga ya, pantasan sepertinya aku
sering mendengar namamu tetapi aku tidak tahu wajahmu. Nama lengkapmu Laura
Mãrquene yang terkenal itukan? Jika ya berarti aku tidak salah.”
Laura “ Ya itulah nama lengkapku, dan mungkin aku bisa
dibilang lebih terkenal darimu hahaha.”
Tidak terasa mobil milik Marc telah sampai di depan gerbang
rumah Laura. Akhirnya mobil Laura disimpan di halaman rumah Laura. Laura
mengucapkan terimakasih kepada supir truck (temannya Marc) supir itu juga tidak
mau dibayar.
Marc dan Laura segera pergi ke tempat yang Laura inginkan.
• Something
Urea
Tetapi, bukan tempat yang disinggahi Marc yang Laura
inginkan. Malahan marc mampir di depan SnowMall. Marc menggandeng erat tangan
Laura ke luar mobil.
Laura “ Kau membohongiku Marc!”
Marc “ Haha aku tidak membohongimu Laura, inikan tergolong dalam
tempat yang indah juga. Bermain snow, itukan romantis dari pada jalan-jalan
tidak jelas tanpa adanya tujuan. Ayo kita main snow.”
Laura “ Semoga segala kekecewaanku kepadamu terbayar di
tempat ini.”
Laura dan Marc terus bermain bersama. Laura tidak pernah
menyangka sama sekali bahwa ia memiliki seorang teman yang ternyata adalah
seorang model terkenal.
Muncul suatu pembicaraan dari benat Marc..
“ Dia begitu cantik she so beautiful, baik, ramah, periang,
kariernya sama sepertiku bahkan mungkin dia lebih terkenal dibandingku.”
Setiap hari jika Marc tidak sibuk pasti Marc selalu mengajak
Laura pergi jalan-jalan ke suatu tempat, walaupun kadang ajakan Marc ditolak
oleh Laura karena Laura juga sibuk dalam pemotrettan dan pekerjaannya sebagai
dokter di sebuah rumah sakit di Spanyol.
Hari demi hari Laura dan Marc semakin dekat dan lebih dekat.
·
Swimming Pool
Satu tahun berikutnya pada hari minggu tepat di usia Laura
yang menginjak 23 tahun, pagi hari sekitar jam 8-an di sebuah kolam renang.
Tiba-tiba Marc mengumpulkan semua pengunjung kolam renang ke area tempat Marc
dan Laura berdiri sekarang. Laura pun terkaget sejenak. Secara perlahan Marc
menanyakan suatu hal kepada Laura.
Marc “ Laura, will you be my girlfriend, and always be my
baby?”
Tanpa basa-basi Laura langsung menjawab “si”. Dia tampak
lebih percaya diri dari pada kurang lebih tiga tahun yang lalu saat memberikan
jawaban yang sama seperti yang Laura berikan kepada Len waktu itu.
Marc memasangkan cin-cin di jari manis kanan Laura. Para pengunjung
kolam renang yang melihat kejadian itu langsung bertepuk tangan yang keras
awalnya hanya ada satu orang yang berkata “ You can marry her.” Tetapi semakin
banyak dan bertambah banyak yang mengatakan
“You can marry her.” Kata itu yang selalu diucapkan para pengunjung
kolam renang.
Kabar itu banyak tersebar di seluruh infotaiment yang ada di
Spanyol, London, dan Indonesia. Karena London adalah tempat pertamakalinya
Laura menjadi terkenal di mata masyarakat dan Indonesia merupakan tempat
kelahiran Laura. Laura dan Marc harus sabar menangani hal itu, bahkan kabar itu
terdengar oleh orangtua mereka, syukur saja Laura dan Marc sudah selesai kuliah
jadinya orangtua mereka tidak akan memarahkan Laura dan Marc termasuk ayahnya Laura
yang setiap hari selalu bertanya kepada Laura “Kapan Marc dan dirimu akan
segera menikah?” Laura pun harus mengulang jawaban yang sama setiap harinya
kepada papanya.
·
At Home
Baru saja pulang dari kolam renang, Laura langsung menerima
sms dari Len yang begitu berbeda dari hari-hari sebelumnya.
Hi Laura please come to my wedding
day
(Lendrick) & ( Jelsie)
On Friday, January 9, 2015
At 12.00 – 19.00 PM
In my house Sydney
Thanks
I think you’re happy too..
Laura terkejut melihat pesan itu,
dia masih mengingat kenangan masa lalunya bersama Len tapi apa boleh buat,
mereka sudah terpisah karena pekerjaan. Laura segera membalas pesan dari Len.
Laura : Congratulation Len.
Len : Thank’s Laura.
Yaa, Laura harus menghadiri
acaranya sepertinya masih agak berat untuknya melupakan seorang yang dulu dia
sayangi. Ada lagi satu masalah, Cassandra akan menikah hari jum’at juga di
Indonesia waktunya juga sama.
·
In Laura Bedroom
Laura pergi ke kamarnya. Ia duduk di
atas tempat tidurnya, sempat terlintas sebenat ingatan lalunya bersama Len dia
bersedih sambil mengelus foto Len.
“ Len, dia sekarang akan mempunyai
istri apakah dia masih ingat akan kenangan masa lalu ketika aku dan dia terus
bersama. Len walaupun aku sudah mempunyai pengganti dirimu tapi ini sangat berbeda.
Sungguh aku tak bisa melupakanmu, aku tak bisa menggantikan dirimu dengan
dirinya, apakah kamu mendengarkanku Len? Aku sangat merindukanmu Len tapi
sekarang kau telah memulai kehidupan baru dengan seorang calon Istri yang baik
hati dan sebentar lagi keinginanmu terwujud yaitu memiliki seorang baby.”
Tiba-tiba terdengar suara pintu kamar
Laura di ketuk
Tok tok tok…. Laura…
Ternyata itu adalah papa
Laura “ Iya pa, ada apa?”
Papa masuk dan bertanya
Papa “Lusa kan hari selasa, papa
mau ke Indonesia untuk menyiapkan acara pesta pernikahan Cassandra kamu mau
ikut papa atau pergi sendiri sayang?”
Laura “ boleh pa, tapi ketika hari
jum’at tepat di hari pernikahan cassandra sekitar jam dua belasan aku akan
pergi ke Sydney untuk menghadiri acara pernikahan Len pa.”
Papa “ Baiklah nak, ajaklah Marc ke
Indonesia perkenalkan dia kepada mama, papa, dan kakak. Papa mau pergi ke
kantor dulu ya.”
Laura “ Iya papa…”
Setelah papa keluar kamar, Laura
segera menelpon Marc ia menyuruh Marc datang ke rumahnya.
…. Setiba di rumah Laura ……
Laura langsung membukakan pintu dan
mempersilahkan Marc untuk masuk.
Laura “ Apakah lusa nanti kau mau
ikut pergi ke Indonesia dan Australia denganku, Ayahku menyuruhku untuk
memperkenalkanmu kepada ibuku dan saudaraku di Indonesia tepatnya Jakarta,
sedangkan ke Australia tepatnya di Sydney untuk menghadiri acara pernikahan
temanku.”
Marc “ Tapi aku belum siap Laura,
aku masih gugup.” ( tidak lama kemudian Marc menerima telepon dari seorang
wanita)
Laura “ Siapa itu Marc? Sepertinya
wanita?”
Marc “ Tiiidaaakk..” (Marc terlihat
sedikit gugup)
Laura “ Atau mungkin perempuan itu
yang membuatmu gugup?”
Marc tidak menjawab apa-apa, dia
langsung pamit pulang. Laura merasa curiga iapun mengikuti Marc dengan mobilnya
tanpa diketahui oleh Marc.
Marc bersingah di sebuah café
ternyata ia menemui seorang gadis dan memeluknya, Laura mengintip dari kaca
mobilnya. Beberapa menit kemudian, Marc keluar dari café dan masuk ke mobilnya
dia segera mengemudikan mobilnya. Laura mengikuti arah mobil Marc kembali.
Tepat di sebuah pertigaan, Laura lebih melaju duluan dari mobil Marc, Laura
berhenti di depan mobil Marc. Syukurlah mobil Marc bisa mengerem dengan
sendirinya.
Laura keluar dari mobil, dia
menggedor keras kaca mobil Marc. Marc baru menyadari bahwa mobil yang
menghalanginya itu adalah mobil milik Laura.
Laura “ Marc, buka pintunya!”
( Marc tidak membuka pintu mobilnya
melainkan hanya membuka kaca mobilnya saja)
Laura “ Siapa dia Marc, apakah
perempuan itu yang membuat dirimu gugup menghadap orangtuaku?”
Tanpa menunggu jawaban dari Marc,
Laura memukul pintu mobil Marc dengan amat keras setelah itu dia pergi masuk ke
dalam mobilnya kembali. Laurapun melaju kencang, Marc tahu Laura marah diapun
langsung membuntuti arah jalan mobil Laura yang ternyata berhenti tepat di
rumah Laura sendiri. Marc pun keluar dari mobilnya.
Marc “ Ada apa denganmu, perempuan
itu hanyalah temanku!” ( kesal Marc)
Laura “ Teman? Kamu bohong!” (
Laura menjawab dengan lantang)
Laura masuk ke rumahnya dan
terbaring di sofa ruang tamu, Marc mengikuti Laura.
Laura “ Marc,apakah kau tidak
mencintaiku lagi?”
Marc “ Apaan sih Laura, aku tidak
mengerti dengan kata-katamu itu?”
Laura “ Apakah perempuan itu
hanyalah temanmu, tetapi mengapa kamu memeluk dan merangkul erat bahu gadis itu?
Aku cemburu Marc!”
Marc “ Maafkan aku itu pertanyaan
yang tidak penting Laura, aku tidak memiliki hubungan apapun dengan wanita
itu!”
Laura “ Omong kosong!”
Marc “ Laura! Berhentilah
bertingkah seperti anak kecil apakah kau tidak pernah menyadari bahwa aku
sangat mencintaimu setiap ada waktu luang aku selalu mengajak kamu keluar
rumah, tapi kadang kamu menolaknya karena padatnya jadwal. Apakah aku
memasangkan cin-cin di jarimu itu menandakan aku tidak sayang kepadamu?
Berfikirlah dewasa Laura jangan terlalu sering mengikuti kata hatimu.” ( Marc
berbicara dengan nada halus)
Laura masih tidak percaya, ia
mengeluarkan Marc dari rumahnya
Marc “ Baiklah jika kamu tidak
percaya, aku akan tetap berdiam diri di sini di depan rumahmu walaupun hujan,
badai, petir menyakiti diriku, aku akan tetap berdiam diri di sini sampai kamu
memberikan maaf kepadaku!”
Satu jam telah berlalu hujan turun sangat deras membasahi tubuh Marc,
Laura melirik Marc dari kaca rumahnya. Laura tidak tega melihat kekasihnya
basah kuyub terkena guyuran air hujan ia pun segera membuka pintu rumahnya.
Laura memeluk erat tubuh Marc, Laura meminta maaf kepada Marc dengan derai air
mata. Laura sadar akan kecerobohan dan kesalahpahaman yang telah dilakukannya
kepada kekasihnya sendiri.
Laura membawa Marc masuk ke dalam
rumahnya, Marc terlihat sangat menggigil.
Laura “Duduklah di kursi itu
sebentar, tubuhmu akan hangat terkena perapian sementara aku akan membuatkan
teh hangat untukmu di dapur.”
Marc mulai menyadari ternyata Laura
sangat mencintainya, Laura sangat perhatian kepadanya. Mungkin Laura marah dan
cemburu karena takut kehilangan dirinya. Marc juga mulai belajar mengetahui
perasaan seorang wanita ketika wanita cemburu melihat kekasihnya mendekati
wanita lain karena wanita itu sangat mencintai kekasihnya sehingga dia tidak
tega melihat separuh jiwanya diambil oleh orang lain.
Ketika Laura selesai membuat teh
dan mulai keluar dari dapur menuju ke kursi tempat Marc duduk, Marc justru
berdiri dari duduknya menuju ke arah Laura. Marc langsung menengguk secangkir
teh panas yang di pegang Laura. Dengan muka yang agak aneh Marc meminum teh
itu.
Laura hanya menahan tawa karena ia
tahu bahwa teh yang diminum Len masih sangat panas. Setelah meminum teh, Marc
langsung menyatakan sesuatu kepada Laura.
“ I LOVE YOU LAURA. Listen me
Laura, aku akan ikut pergi bersamamu ke Jakarta untuk memperkenalkan diriku
kepada orangtuamu dan pergi ke Sydney bersamamu untuk menghadiri acara pernikahan temanmu tapi, biarkanlah aku
sendiri yang membayar ongkos naik pesawatnya.
Laura “ Ongkos? Tidak perlu Marc,
ayahku punya pesawat pribadi kok jadinya gratis deh naik pesawatnya hehe..”
Marc “ Ooo hahahahaha, ya sudahlah
aku mau pulang dan mengobati lidahku yang pans ini jaga dirimu baik-baik ya
laura.
·
Two Days After
Sunday
Laura, Marc, dan ayah Laura
bersiap-siap untuk berangkat ke Indonesia.
Papa “ Sudah siap nak, sudah siap
Marc? Mari kita naik.” Mereka bertiga akhirnya lepas landas bersama pilot dan
asistennya.
Perjalanan dari Spanyol ke
Indonesia mungkin memakan waktu yang cukup lama.
·
In Indonesia
Country
Pada hari jum’at ( Laura, Marc,
orangtua Laura, keluarga Laura, sanak saudara Laura, beserta para tamu
undangan) merayakan pesta pernikahan Cassandra dan Abraham di sebuah hotel.
Beberapa jam kemudian sebelum acara
pernikahan Cassandra dan Abraham usai, Laura dan Marc berpamitan pergi ke
Sydney untuk menghadiri acara pernikahan Len dan Jelsie. Karena cuaca yang begitu
buruk tidak memungkinkan Laura dan Marc pergi menggunakan pesawat ayahnya.
Mereka lebih memilih pesawat yang bisa
di katakan layak terbang walaupun cuaca seberuk apapun.
·
Sydney
Sesampainya di bandara Sydney
mereka menaiki taxi menuju ke rumah Len di mana acara pernikahan Len dan Jelsie
diadakan. Akhirnya Laura dan Marc sampi di rumah Len mereka memberi salam
kepada Len dan Jelsie.
Len sempat tidak menduga bahwa pria
yang menggandeng Laura itu adalah pacarnya, tetapi ketika Len bertanya kepada
Laura barulah ia menyadarinya. Len merasa senang karena Laura datang ke acara
pernikahannya didampingi oleh seorang kekasih yang baik hati dan perhatian
kepada Laura. Len telah merasa puas melihat Laura tidak sendiri lagi, tetapi
Len tetap saja tidak dapat melupakan kenangan indah saat bersama Laura
begitupun Laura.
Hari sudah menjelang malam, Laura
dan Marc berpamitan kepada Len dan Jelsie untuk segera pergi ke Indonesia
kembali. Laura dan Marc menaiki pesawat yang berbeda dari pesawat yang
sebelumnya mereka tumpangi, pesawat yang itu memuat 300 penumpang. Cuacanyapun
terlihat lumayan cerah walaupun ada sebagian langit yang mendung.
5 menit sebelum berangkat (di dalam
pesawat) , Marc mengatakan sesuatu kepada Laura.
“ Begitu besar halangan dan
rintangan yang kita hadapi bersama. Aku ingin sekali melamarmu ketika kita
telah tiba di Madrid nanti, aku akan tetap memegang erat tanganmu apapun yang
terjadi.”
Laura tersenyum dan merasa tidak
percaya bahwa Marc akan melamarnya. Dan akhirnya pesawat pun lepas landas.
Di pertengahan perjalanan tiba-tiba
pesawat oleng dengan sendirinya. Salah satu sayap pesawatnya patah tersambar
dua kali petir. Laura dan Marc saling berpegangan tangan, tidak terlihat
ekspresi ketakutan dari wajah Laura dan Marc. Justru mereka telihat biasa-biasa
saja kelihatannya mereka sudah pasrah apa yang akan terjadi kepada mereka
berikutnya, berbeda dengan penumpang yang lainnya yang begitu ketakutan. Beberapa
detik kemudian pesawat jatuh ke laut, penumpang beserta awak pesawat tidak
sempat menggunakan alat keselamatan apapun.
Banyak
warga yang tidak sengaja melihat kejadian itu langsung melaporkan adanya
pesawat yang jatuh di laut tersebut. Tim evakuasi beserta kelompok TNI segera
pergi ke lokasi yang diperkirakan pesawat jatuh. Ternyata setelah 4 jam
berlalu, beberapa TNI yang menggunakan helicopter menemukan 3 buah koper yang
terapung. Dua hari berikutnya, ditemukan 20 jenazah, 10 jenazah sudah terapung,
dan 10 jenazah masih terikat di sabuk pengaman namun, kursi penumpang itu tidak
terletak di dalam pesawat lagi melainkan diperkirakan jauh dari lokasi pesawat
jatuh.
Berita
itu melanda ke seluruh dunia termasuk keluarga Laura dan Marc yang sangat
khawatir. Tim evakuasi mengumumkan ciri-ciri korban, diantaranya termasuklah
ciri-ciri yang menandakan bahwa itu adalah Laura dan Marc. Yaitu ditemukannya
jenazah pria dan wanita yang saling berpegangan tangan,mereka masih dalam
ikatan sabuk pengaman. Kondisi mereka berbeda dari yang lainnya, wajah mereka
masih mulus dan identitas mereka sangat mudah diselidiki karena di saku
belakang mereka, ditemukan KTP yang menandakan bahwa mereka adalah Laura dan
Marc dan sebuah kertas yang bertuliskan “Sekarang ku kan menuju ke tempat lain
bersamanya” di saku belakang celana Laura. Orangtua Marc dan Laura menangis
dengan amat sangat mereka hanya bisa pasrah dan berdoa menerima kejadian
tersebut. Ternyata kata lamaran itu, berganti menjadi kata kematian.
Itulah akhir
cerita ini, betapa sedihnya cerita ini jika terjadi kepada kita masing-masing.
Inilah yang dinamakan takdir kita pasti akan merasakannya suatu saat nanti.